Masalah Kemiskinan di Kota Depok

Kemiskinan merupakan problematika kemanusiaan yang telah mendunia dan hingga kini masih menjadi isu sentral di belahan bumi manapun. Selain bersifat laten dan aktual, kemiskinan adalah penyakit sosial ekonomi yang tidak hanya dialami oleh Negara-negara berkembang melainkan negara maju sepeti inggris dan Amerika Serikat.
Kemiskinan, kata ini adalah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hampir setiap topik bahasan seminar dan surat-surat kabar selalu membahas kata tersebut. Baik masyarakat maupun pemerintah sudah tidak tabu lagi membahasnya.
      Budaya yang beragam, kaya akan sumber daya alam, nyatanya tidak menjadi jaminan untuk menyatakan bahwa masyarakat Indonesia sudah pasti memiliki taraf hidup yang layak. Ketika saya berjalan untuk naik angkutan umum menuju kampus, sering terlihat banyak pengemis yang berkeliaran di jalan raya. Tidak hanya pengemis tetapi juga banyak pengamen yang lalu lalang ke angkutan umum yang satu dan lainnya.
Berdasarkan data persentase kemiskinan di Kota Depok berturut-turut mulai dari tahun 2010 hingga tahun 2013  adalah 3.77%, 4.20% dan 5.67%. Hal ini mencerminkan bahwa tingkat keberhasilan dari program-program yang telah dilaksanakan pemerintah selama ini masih belum efektif secara menyeluruh meskipun itu telah mengurangi persentase angka kemiskinan pertahunnya.
Kemiskinan masyarakat kota Depok sangat memperihatinkan sekali. Karena kita bisa banyangkan mereka untuk menutupi kebutuhannya sehari hari saja tidak cukup, bagaimana jika mereka sakit dan harus berobat k rumah sakit yang bisa memakan biaya yang sangat besar?
Dalam menangani masalah kemiskinan ini, harusnya pemerintah kota depok memberikan lowongan pekerjaan untuk masyarakat Depok yang di anggap kehidupan sehari harinya masih jauh dari kata CUKUP.  Dan analisis pengaruh yang paling besar terhadap kemiskinan yaitu banyaknya tindak kriminal seperti kasus perampokan, penjambretan dll karena tidak adanya penghasilan yang dia dapat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya masing- masing dan mereka melakukanya dengan alasan tersebut.
Angka kemiskinan di kota Depok dari tahun ke tahun makin meningkat yang di sebabkan oleh harga barang pokok yang semakin mahal, oleh sebab itu banyaknya masyarakat yang tak tahan dengan kehidupan mereka. Sehingga kurangnya kesejahteraan masyarakat kota depok yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia yang termasuk dalam sila ke-5 yang berbunyi “Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Namun pemerintah selama ini tidak hanya tinggal diam terhadap masalah kemiskinan yang melanda masyarakat bangsa ini bahkan mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mengatasi masalah tersebut. Misalnya dengan meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, Bantuan Langsung Tunai, menyediakan fasilitas kredit yang diperuntukkan untuk warga miskin, membangun infrastruktur di tempat permukiman yang kumuh, dan lain-lain di kota Depok.

Comments